ESENSI KEWAJARAN

0
335

Sebetulnya ilmu yang paling indah, yang paling mendamaikan dikehidupan ini adalah ilmu yang membuat kita sampai pada perasaan ” wajar “. Sebenarnya segala sesuatu dalam hidup ini wajar. KENAPA disebut wajar, karena fit (pas, cocok, tepat, sesuai) dengan formula.

MISAL:

Oh dia sukses yah …!” di cek, “WAJAR” Karena dia giat dalam usahanya dan selalu baik terhadap sesama.

Dia pandai Berenang ” di cek, “WAJAR” karena dia rajin berenang.

Dia ahli yah dalam matematika ” di cek, “WAJAR” karena orang tuanya dosen matematika, sejak kecil permainannya angka – angka.

Kok dia hidupnya menderita (susah)” di cek, “WAJAR” karena menolak nasehat, suka mengeluh, suka menyalahkan orang lain, minta tolong dari selain Tuhan, katanya berketuhanan tapi mempercayai ramalan nasib, menghina keimanan orang lain, sering melakukan hal- hal yang haram .

Dia pintar, nilainya bagus, tapi kok hidupnya gagal ” di cek “ WAJARkarena pintar saja tidak cukup , tapi harus pandai bergaul, harus pandai berkomunikasi, harus pandai memimpin orang lain, dll. Karena bisnis besar dimulai dari membangun RELATIONSHIP yang baik.

CATATAN PENTING: orang pintar (berilmu, sekolah, kuliah) bisa gagal , APALAGI orang yang tidak pintar (tidak sekolah, tidak kuliah, tidak menempuh pendidikan yang baik). RENUNGKAN .!

Maka ilmu yang paling hebat sekali adalah mengerti KEWAJARAN, karena mengerti kewajaran itu mengharuskan:

  1. Melihat Hasil
  2. Melihat sebab

Diantara keduanya ada PROSES, berarti mengerti kewajaran itu ilmunya orang BERPENDIDIKAN, karena ketika dia melihat hasil, terutama hasil yang negatif, dia tidak menghakiminya, dia hanya menyaksikan apakah orang tersebut sukses, susah, terfitnah, naik, jatuh. Dia hanya mengamati tanpa penghakiman. Memang sulit jika melihat saja tanpa penghakiman, maka kenapa TUHAN itu sangat penyayang, pengasih karena TUHAN tidak menghakimi orang, tidak menetapkan dia rendah ataupun tidak. kalau dia sedang rendah, TUHAN berkata “kasihan yah dia”, tahu – tahu dia diberikan petunjuk. Tidak ada penghakiman sama sekali, karena dilihat dengan kasih sayang.

Memahami kewajaran ada formulanya:

ILUSTRASINYA:

Kalau kamu melakukan, kamu dapat hasil

kalau ditambah berdoa, maka akan lebih dimungkinkan.

Bayangkan : ORANG BAIK, KEMUDIAN BERDOA, KEMUDIAN MELAKUKAN, dimungkinkannya LEBIH BESAR.

Maka apabila ingin mencapai yang besar, dimulai dari mana?

Dari melakukan yang BISA dan berbuat IKHLAS , maka TUHAN AKAN BANTU.

TUHAN, membantu orang kecil, yang kehidupannya sederhana, tapi mau melakukan yang dia BISA, untuk mencapai keinginan yang besar, disitulah TUHAN AKAN BANTU. maka bagi kita yang mengamati, akan berkata, WAJAR ” karena dia adalah orang yang bersungguh-sungguh untuk mencapai keberhasilan yang besar maka dari itu TUHAN MEMBANTU dia.

Jadi orang itu tidak bisa hidup damai dalam kewajaran kalau dia tidak mempelajari ilmu. TUHAN mengajarkan ilmu dalam kalam (perkataan Tuhan/firman Tuhan). Berarti orang mengerti ilmu kewajaran itu polanya segitiga, yaitu mengamati hasil (akibat), mengamati sebab, dan punya formulanya (ilmunya), kemudian memulainya dari hati yang baik, dari hati yang penyayang, dari fikiran yang jernih, dari kecerdasan yang amanah. Kecerdasan yang amanah adalah kecerdasan untuk mendatangkan kebaikan bukan kecerdasan untuk merugikan orang lain.

CATATAN PENTING : TUHAN akan meningkatkan DERAJAT orang beberapa tingkat kalau dia BERILMU DAN AMANAH.

SALAM SUKSES DARI AKADEMI AKPI SERANG

CALL CENTER

0254-218845

KIKI

0859-45-44444-5

ERNA

0877-8083-6054

EPI

0812-9652-2738

UNDUH BROSUR 1

UNDUH BROSUR 2